Cultural Insights

Three Squeaks: Hidangan Kontroversial Tikus Hidup dari Tiongkok

Habered – Di antara berbagai kuliner ekstrem yang berasal dari Asia, salah satu yang paling kontroversial dan membuat merinding adalah Three Squeaks. Ini adalah sebuah hidangan yang dikenal berasal dari sebagian wilayah Tiongkok. Hidangan ini bukan hanya aneh menurut standar internasional, tetapi juga menimbulkan perdebatan etika dan kemanusiaan.

Three Squeaks secara harfiah berarti “tiga suara rengekan”, yang merujuk pada suara yang dikeluarkan oleh tikus bayi saat akan dimakan hidup-hidup. Disebut demikian karena: pertama, tikus mengeluarkan suara saat dijepit dengan sumpit; kedua, saat dicelupkan ke dalam saus; dan ketiga, saat digigit oleh orang yang memakannya.

Asal Usul dan Latar Budaya

Three Squeaks dipercaya berasal dari beberapa daerah pedesaan di Tiongkok selatan, seperti Guangdong dan Hunan. Meskipun tidak termasuk dalam masakan resmi Tionghoa dan tidak dijual secara umum di restoran, kabarnya hidangan ini pernah disajikan dalam lingkungan tertentu. Ini terutama bagi yang mencari sensasi ekstrem atau dikaitkan dengan praktik tradisional tertentu.

“Simak Juga: Bullet Ant Glove, Ujian Kedewasaan Tersakit di Dunia”

Dalam kepercayaan lama sebagian masyarakat, tikus bayi dianggap memiliki nilai obat dan vitalitas tinggi. Hidangan ini konon dipercaya dapat meningkatkan stamina dan menyembuhkan penyakit tertentu, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim ini.

Kecaman dan Isu Etika

Three Squeaks telah mendapatkan kecaman luas dari komunitas internasional, aktivis hak hewan, bahkan banyak warga Tiongkok sendiri. Kritik terutama diarahkan pada aspek kekejaman terhadap hewan. Sebab, tikus tersebut dimakan dalam kondisi masih hidup dan belum mampu membuka mata.

Organisasi seperti PETA dan Humane Society telah menyuarakan keberatan keras terhadap praktik ini, menyebutnya sebagai bentuk eksploitasi dan kekerasan yang tidak berperikemanusiaan.

Status Saat Ini

Pemerintah Tiongkok tidak secara resmi mendukung atau mengakui Three Squeaks sebagai bagian dari warisan kuliner nasional. Bahkan, sejak pandemi COVID-19, Tiongkok telah memperketat regulasi terhadap perdagangan dan konsumsi satwa liar. Ini termasuk tikus dan kelelawar, yang sebelumnya sempat dijual di beberapa pasar tradisional.

Saat ini, hidangan seperti Three Squeaks lebih banyak dianggap sebagai legenda urban atau praktik ekstrem yang semakin langka dan tersembunyi. Hal ini terutama karena meningkatnya kesadaran akan kesejahteraan hewan dan standar keamanan pangan.

“Baca Juga: Konsumsi Vitamin B6 Berlebih Kembali Disorot, Dokter Ingatkan Risiko Saraf”

Recent Posts

Menyelami Wawasan Spiritual untuk Memperkukuh Nilai‑Keagamaan di Era Modern

Habered - Sebuah survei Lembaga Pew Research 2023 mengungkap bahwa 68% umat Indonesia merasa nilai‑keagamaan mereka terancam oleh arus digital,…

3 hari ago

Mengurai Benang Toleransi Keagamaan Masyarakat Indonesia di Tengah Perbedaan

Habered - Catatan tahunan Setara Institute 2023 mencatat 336 kasus pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia, menandakan urgenitas memperkuat toleransi keagamaan…

1 minggu ago

Di Balik Dogma: Analisis Mendalam Pengaruh Agama pada Peradaban

Habered - Penemuan arkeologis terbaru di situs Göbekli Tepe, Turki, telah mengguncang dasar pemahaman kita tentang sejarah manusia. Analisis karbon…

2 minggu ago

Krisis Makna atau Evolusi? Mengurai Benang Kusut Fondasi Iman di Era Digital

Habered - Data terbaru dari Pew Research Center 2023 mengungkap sebuah paradoks yang mengganggu, di mana 80% populasi global masih…

3 minggu ago

Di Balik Kebisingan Konflik: Strategi Nyata Membangun Toleransi Beragama Global

Habered - Data terbaru dari Pew Research Center tahun 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 50 negara mengalami peningkatan ketegangan sosial…

4 minggu ago

Di Tengah Arus Digital, Strategi Efektif Menjaga Kerukunan Umat Beragama

Habered - Indonesia masih memegang teguh predikat sebagai negara dengan keragaman agama terbesar di dunia meski tantangan global menghimpit. Laporan…

1 bulan ago
Zona IDNGGsekumpul faktaradar puncakinfo traffic idscarlotharlot1buycelebrexonlinebebimichaville bloghaberedhaveseatwill travelinspa kyotorippin kittentheblackmore groupthornville churchgarage doors and partsglobal health wiremclub worldshahid onlinestfrancis lucknowsustainability pioneersjohnhawk insunratedleegay lordamerican partysckhaleej timesjobsmidwest garagebuildersrobert draws5bloggerassistive technology partnerschamberlains of londonclubdelisameet muscatinenetprotozovisit marktwainlakebroomcorn johnnyscolor adoactioneobdtoolgrb projectimmovestingelvallegritalight housedenvermonika pandeypersonal cloudsscreemothe berkshiremallhorror yearbooksimpplertxcovidtestpafi kabupaten riauabcd eldescansogardamediaradio senda1680rumah jualindependent reportsultana royaldiyes internationalpasmarquekudakyividn play365nyatanyata faktatechby androidwxhbfmabgxmoron cafepitch warsgang flowkduntop tensthingsplay sourceinfolestanze cafearcadiadailyresilienceapacdiesel specialistsngocstipcasal delravalfast creasiteupstart crowthecomedyelmsleepjoshshearmedia970panas mediacapital personalcherry gamespilates pilacharleston marketreportdigiturk bulgariaorlando mayor2023daiphatthanh vietnamentertain oramakent academymiangotwilight moviepipemediaa7frmuurahaisetaffordablespace flightvilanobandheathledger centralkpopstarz smashingsalonliterario libroamericasolidly statedportugal protocoloorah saddiqimusshalfordvetworkthefree lancedeskapogee mgink bloommikay lacampinosgotham medicine34lowseoulyaboogiewoogie cafelewisoftmccuskercopuertoricohead linenewscentrum digitalasiasindonewsbolanewsdapurumamiindozonejakarta kerasjurnal mistispodhubgila promoseputar otomotifoxligaidnggidnppidnggarenaoxligawbototoiaspweb designvr