
Kangaroo Meat: Sajian Ekstrem yang Jadi Ikon Kuliner Australia
Habered – Kangaroo meat atau daging kanguru dikenal sebagai salah satu makanan paling khas sekaligus ekstrem di Australia. Hewan marsupial ini merupakan ikon nasional, namun dagingnya justru banyak dikonsumsi masyarakat setempat sejak ribuan tahun lalu. Suku Aborigin, penduduk asli Australia, menjadikan daging kanguru sebagai sumber protein utama dalam tradisi berburu mereka. Hingga kini, daging tersebut tetap populer, tidak hanya karena kandungan gizinya, tetapi juga karena nilainya dalam menjaga budaya kuliner tradisional.
Banyak yang menganggap mengonsumsi daging kanguru sebagai sesuatu yang tidak biasa. Namun, dari segi nutrisi, kangaroo meat sangat unggul. Daging ini rendah lemak jenuh, tinggi protein, serta kaya zat besi dan zinc. Selain itu, kandungan konjugasi linoleat (CLA) dalam daging kanguru disebut bermanfaat untuk kesehatan jantung dan membantu menurunkan kadar lemak tubuh. Tak heran, sejumlah ahli gizi di Australia bahkan merekomendasikannya sebagai alternatif sehat dibandingkan daging sapi atau domba.
“Simak Juga: Aokigahara, Hutan Bunuh Diri di Jepang yang Penuh Misteri”
Kangaroo meat biasanya dijual dalam bentuk steak, sosis, hingga mince (daging cincang). Karena kadar lemaknya rendah, daging ini harus dimasak dengan hati-hati agar tidak terlalu kering. Teknik memanggang cepat dengan api besar sering dipilih untuk menjaga kelembutannya. Beberapa restoran di Sydney, Melbourne, dan kota besar lainnya bahkan menyajikan menu eksklusif berbahan daging kanguru dengan cita rasa modern, seperti kangaroo carpaccio atau burger kanguru.
Meski bergizi, konsumsi kangaroo meat tidak lepas dari kontroversi. Sebagian orang menolak memakannya karena kanguru dianggap sebagai simbol Australia yang harus dilindungi, bukan dikonsumsi. Selain itu, kelompok pencinta satwa juga menyoroti praktik perburuan kanguru yang masih dilakukan secara besar-besaran. Namun di sisi lain, pemerintah Australia berpendapat bahwa populasi kanguru yang sangat besar justru berisiko merusak ekosistem bila tidak dikendalikan.
Bagi wisatawan, mencicipi kangaroo meat sering dianggap sebagai pengalaman kuliner ekstrem sekaligus unik. Rasanya digambarkan mirip daging sapi namun lebih gurih dan sedikit manis. Banyak turis menjadikan menu ini sebagai tantangan saat berkunjung ke Australia, sekaligus cara untuk lebih mengenal kekayaan kuliner negeri tersebut.
“Baca Juga: Mengencangkan Wajah dengan Facelift, Manfaat dan Risikonya”
Habered - Penelitian arkeologis terbaru mengungkap bahwa sekitar 12% populasi manusia pra-sejarah mengukir simbol spiritual pada batu bara, menandai awal…
Habered - Penelitian terbaru menunjukkan 68% umat Indonesia merasa kepercayaan spiritual menurun setelah pandemi, menandakan urgensi menguatkan fondasi faith dalam…
Habered - Sebuah survei Lembaga Pew Research 2023 mengungkap bahwa 68% umat Indonesia merasa nilai‑keagamaan mereka terancam oleh arus digital,…
Habered - Catatan tahunan Setara Institute 2023 mencatat 336 kasus pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia, menandakan urgenitas memperkuat toleransi keagamaan…
Habered - Penemuan arkeologis terbaru di situs Göbekli Tepe, Turki, telah mengguncang dasar pemahaman kita tentang sejarah manusia. Analisis karbon…
Habered - Data terbaru dari Pew Research Center 2023 mengungkap sebuah paradoks yang mengganggu, di mana 80% populasi global masih…
This website uses cookies.