Faith and Belief

Festival Ghost Month: Festival Hantu Lapar di Taiwan

Habered – Di Taiwan, bulan ketujuh dalam kalender lunar dikenal sebagai Ghost Month atau bulan hantu yang penuh dengan tradisi mistis. Pada periode ini, masyarakat percaya bahwa gerbang dunia roh terbuka lebar, sehingga arwah leluhur maupun roh-roh gentayangan turun ke dunia manusia. Festival ini biasanya berlangsung selama satu bulan penuh, dengan puncak perayaan pada hari ke-15 yang disebut Festival Hantu Lapar.

Bagi masyarakat Taiwan, Ghost Month bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan tradisi budaya yang sudah turun-temurun. Tujuannya adalah untuk menghormati leluhur, menenangkan roh gentayangan, sekaligus menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia gaib.

Ritual Persembahan untuk Roh

Selama Ghost Month, masyarakat menyiapkan berbagai persembahan berupa makanan, buah, minuman, bahkan uang kertas khusus yang disebut “hell money.” Barang-barang ini dibakar atau disajikan di depan rumah dan kuil untuk memberikan “bekal” bagi roh yang berkunjung.

“Simak Juga: Tradisi Istana, Pangeran Jepang Hisahito Ikuti Upacara Kedewasaan, Ini Maknanya!”

Di banyak kuil, ada ritual besar dengan meja penuh makanan, dupa, serta nyanyian doa. Persembahan ini dipercaya bisa menenangkan roh lapar yang tidak memiliki keluarga di dunia manusia. Semakin meriah upacaranya, semakin besar pula rasa hormat yang ditunjukkan pada roh-roh tersebut.

Pantangan Selama Ghost Month

Selain ritual, Ghost Month juga dikenal dengan banyak pantangan. Warga percaya bahwa aktivitas tertentu bisa mengundang nasib buruk. Beberapa larangan populer di antaranya:

  • Tidak menikah atau pindah rumah.
  • Menghindari berenang di laut, karena diyakini roh jahat dapat menarik orang tenggelam.
  • Tidak bepergian jauh di malam hari.
  • Tidak menjemur pakaian di luar malam hari, karena roh bisa “menumpang.”

Pantangan ini membuat suasana Ghost Month terasa mistis sekaligus penuh kewaspadaan.

Festival yang Semakin Modern

Meski kental dengan nuansa spiritual, perayaan Ghost Month kini juga menjadi atraksi budaya. Beberapa kota di Taiwan menggelar pertunjukan opera tradisional, konser, hingga parade lentera untuk menyemarakkan bulan hantu.

Di sisi lain, generasi muda melihatnya sebagai momen refleksi: menghargai keluarga, menjaga hubungan, dan tetap waspada pada hal-hal yang tidak terlihat. Tradisi ini pun berhasil bertahan, menyatukan nilai religius, budaya, sekaligus hiburan dalam satu perayaan yang unik.

“Baca Juga: Sleeping Princess Thailand Koma 2 Tahun, Begini Perkembangan Terkini”

Informasi ini bersumber dari OFTaiwan. Di Taiwan, bulan ketujuh dalam kalender lunar dikenal sebagai Ghost Month atau bulan hantu yang penuh dengan tradisi mistis. Simak pembahasan lengkapnya di Habered.

|Penulis: Lukman Azhari
|Editor: Anna Hidayat

Recent Posts

Mengulik Peran Agama dalam Kehidupan Sosial dan Politik Modern

Habered - Peran agama dalam kehidupan sosial dan politik modern menunjukkan pengaruh besar sebagai fondasi nilai serta sumber inspirasi kebijakan…

1 hari ago

Wawasan Lintas Budaya: Menyelami Persinggungan Praktik Beragama dan Tradisi Lokal

Habered - Memahami interaksi antara praktik beragama dan tradisi lokal menjadi kunci penting dalam menjaga kerukunan dan melestarikan nilai budaya…

1 minggu ago

Cara Jaga Toleransi Beragama Lewat Dialog Antarumat di Era Informasi

Habered - Dialog antarumat di tengah arus informasi menjadi kunci menjaga toleransi beragama agar masyarakat tetap rukun dan damai meski…

2 minggu ago

Menjaga Toleransi Beragama Lewat Dialog Antarumat di Era Informasi

Habered - Menjaga toleransi beragama menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi yang dapat memicu kesalahpahaman antarumat beragama. Dialog…

3 minggu ago

Menjaga Toleransi, Komunitas Agama Bangun Harmoni Sosial

Habered - Komunitas agama dalam membangun toleransi berperan penting dalam menjaga kerukunan dan harmoni sosial di tengah keberagaman budaya dan…

1 bulan ago

Menelusuri Jejak Spiritual Jakarta: Tradisi Akulturasi Budaya dan Agama

Habered - Menelusuri jejak spiritual Jakarta membawa kita pada tradisi akulturasi budaya agama yang menjadi jantung keragaman masyarakat ibu kota,…

1 bulan ago
Zona IDNGGsekumpul faktaradar puncakinfo traffic idscarlotharlot1buycelebrexonlinebebimichaville bloghaberedhaveseatwill travelinspa kyotorippin kittentheblackmore groupthornville churchgarage doors and partsglobal health wiremclub worldshahid onlinestfrancis lucknowsustainability pioneersjohnhawk insunratedleegay lordamerican partysckhaleej timesjobsmidwest garagebuildersrobert draws5bloggerassistive technology partnerschamberlains of londonclubdelisameet muscatinenetprotozovisit marktwainlakebroomcorn johnnyscolor adoactioneobdtoolgrb projectimmovestingelvallegritalight housedenvermonika pandeypersonal cloudsscreemothe berkshiremallhorror yearbooksimpplertxcovidtestpafi kabupaten riauabcd eldescansogardamediaradio senda1680rumah jualindependent reportsultana royaldiyes internationalpasmarquekudakyividn play365nyatanyata faktatechby androidwxhbfmabgxmoron cafepitch warsgang flowkduntop tensthingsplay sourceinfolestanze cafearcadiadailyresilienceapacdiesel specialistsngocstipcasal delravalfast creasiteupstart crowthecomedyelmsleepjoshshearmedia970panas mediacapital personalcherry gamespilates pilacharleston marketreportdigiturk bulgariaorlando mayor2023daiphatthanh vietnamentertain oramakent academymiangotwilight moviepipemediaa7frmuurahaisetaffordablespace flightvilanobandheathledger centralkpopstarz smashingsalonliterario libroamericasolidly statedportugal protocoloorah saddiqimusshalfordvetworkthefree lancedeskapogee mgink bloommikay lacampinosgotham medicine34lowseoulyaboogiewoogie cafelewisoftmccuskercopuertoricohead linenewscentrum digitalasiasindonewsbolanewsdapurumamiindozonejakarta kerasjurnal mistispodhubgila promoseputar otomotifoxligaidnggidnppidnggarenaoxligawbototoiaspweb designvr