Cultural Insights

Corn Silk Tea: Minuman Tradisional Korea dengan Segudang Manfaat Kesehatan

Habered – Corn Silk Tea, dalam bahasa Korea disebut Oksusu Suyeom-cha (옥수수 수염차), adalah minuman tradisional yang dibuat dari rambut jagung kering. Bagi masyarakat Korea, teh ini bukan hanya sekadar pelepas dahaga, tetapi juga bagian dari tradisi pengobatan herbal yang diwariskan turun-temurun. Rambut jagung yang biasanya dianggap limbah ternyata menyimpan khasiat luar biasa.

Teh ini mudah ditemukan di restoran tradisional, toko bahan makanan Korea, hingga dalam bentuk kemasan botol siap minum di supermarket modern. Rasanya ringan, lembut, sedikit manis alami, dan sering diminum dingin saat musim panas atau hangat ketika musim dingin.

Kandungan Alami dalam Corn Silk Tea

Rambut jagung mengandung berbagai senyawa aktif seperti flavonoid, vitamin C, vitamin K, kalium, dan antioksidan. Kandungan ini menjadikan Corn Silk Tea populer sebagai minuman kesehatan alami. Selain itu, teh ini bebas kafein sehingga aman diminum oleh berbagai kalangan, termasuk orang yang sensitif terhadap kopi atau teh hitam.

“Simak Juga: Plate Bibir Wanita Suku Mursi, Tradisi Kecantikan dan Identitas yang Unik”

Manfaat bagi Kesehatan

  1. Melancarkan Fungsi Ginjal
    Corn Silk Tea dikenal memiliki sifat diuretik alami, yaitu membantu meningkatkan produksi urine. Hal ini baik untuk menjaga kesehatan ginjal, mencegah pembentukan batu ginjal, serta membantu membuang racun dari tubuh.

2. Mengontrol Tekanan Darah
Kalium dalam rambut jagung membantu menyeimbangkan kadar cairan tubuh dan menjaga tekanan darah tetap stabil.

Meredakan Peradangan
3. Flavonoid dan antioksidan di dalamnya memiliki efek antiinflamasi, yang bermanfaat untuk meredakan peradangan ringan serta menjaga kesehatan saluran kemih.

4. Mendukung Kesehatan Jantung
Minum secara teratur dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), sehingga baik untuk menjaga kesehatan jantung.

5. Membantu Diet dan Hidrasi
Karena rendah kalori, bebas gula tambahan, dan menyegarkan, teh ini cocok dijadikan minuman pendukung diet sehat.

Cara Penyajian

Untuk membuat minuman tradisional ini , rambut jagung kering biasanya direbus bersama air hingga mendidih, lalu didiamkan beberapa menit agar sari-sarinya keluar. Teh ini bisa diminum hangat atau didinginkan sesuai selera.

Corn Silk Tea bukan hanya sekadar minuman tradisional Korea, tetapi juga warisan budaya yang kaya manfaat. Dengan rasa yang lembut dan khasiat kesehatan yang beragam, teh ini kini semakin dikenal di berbagai negara sebagai alternatif minuman herbal alami yang menyehatkan.

“Baca Juga: Tidur Malam Kurang dari 7 Jam? Risiko Penyakit Kanker dan Jantung Datang Lebih Cepat”

Informasi ini bersumber dari linisehat. Corn Silk Tea, dalam bahasa Korea disebut Oksusu Suyeom-cha (옥수수 수염차), adalah minuman tradisional yang dibuat dari rambut jagung kering. Simak pembahasan lengkapnya di Habered.

|Penulis: Lukman Azhari
|Editor: Anna Hidayat

Recent Posts

Di Tengah Arus Digital, Strategi Efektif Menjaga Kerukunan Umat Beragama

Habered - Indonesia masih memegang teguh predikat sebagai negara dengan keragaman agama terbesar di dunia meski tantangan global menghimpit. Laporan…

3 hari ago

Di Balik Layar Peradaban: Fakta Tersembunyi Sejarah Agama Besar Dunia

Habered - Laporan terbaru Pew Research Center pada 2023 memproyeksikan bahwa populasi Muslim akan menyamai jumlah populasi Kristen secara global…

1 minggu ago

Di Balik Lonjakan Aktivitas Digital yang Menggerus Keheningan Batin Urbanis

Habered, Jakarta - Tantangan menjaga iman era modern kini telah bermetamorfosa dari sekadar godaan nafsu menjadi perang kognitif melawan algoritma…

2 minggu ago

Mengurai Kebijaksanaan Spiritual Sebagai Pertahanan Mental di Era Digital

Habered - Laporan Global Wellness Institute 2023 mengungkap nilai pasar kesejahteraan mental mencapai 181 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan signifikan…

3 minggu ago

Deraan Arus Cepat: Strategi Agar Ibadah Tak Tertelan Kesibukan Modern

Habered - Riset terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2024 menunjukkan bahwa rata-rata pengguna internet di Tanah Air…

4 minggu ago

Doktrin yang Menaklukkan Benua: Analisis Mendalam Perubahan Peta Global Akibat Iman

Habered - Jejak peradaban manusia mencatat bahwa lebih dari 80 persen konflik terbesar dalam sejarah memiliki dimensi ideologis yang tak…

1 bulan ago