Body Modification Ekstrem: Antara Ekspresi Diri dan Kontroversi
Habered – Body modification atau modifikasi tubuh adalah praktik mengubah bentuk tubuh untuk tujuan estetika, simbolis, spiritual, atau identitas diri. Jika tato dan tindik sudah dianggap umum, ada bentuk modifikasi yang masuk kategori ekstrem. Praktik ini sering menimbulkan pro dan kontra, karena tidak hanya menyangkut penampilan, tetapi juga kesehatan dan keselamatan pelakunya.
Scarification adalah teknik melukai kulit untuk meninggalkan bekas luka permanen yang membentuk pola artistik. Prosesnya bisa dilakukan dengan sayatan, bakar, atau irisan tertentu. Praktik ini populer di beberapa komunitas seni tubuh, tetapi juga berisiko infeksi jika tidak steril.
“Baca Juga: Tiwah, Ritual Sakral Dayak Ngaju untuk Mengantar Arwah Leluhur”
Modifikasi ini dilakukan dengan menanam benda padat seperti silikon atau baja di bawah kulit untuk menciptakan bentuk tiga dimensi. Misalnya, menanamkan implan berbentuk tanduk di dahi atau pola tertentu di tangan.
Lidah dibelah menjadi dua sehingga menyerupai bentuk lidah ular. Beberapa orang melakukannya untuk alasan estetika, identitas unik, atau sensasi baru. Namun, prosedur ini sangat berisiko karena melibatkan banyak saraf dan pembuluh darah.
Suspension adalah praktik menggantung tubuh dengan kail besar yang menembus kulit. Tradisi ini awalnya berasal dari ritual spiritual beberapa suku asli Amerika, lalu diadopsi kembali oleh komunitas modern sebagai bentuk ekstrem ekspresi diri.
Tidak hanya di telinga atau hidung, tindikan ekstrem bisa dilakukan di area tubuh yang sensitif, bahkan dalam jumlah ratusan.
Banyak pelaku body modification ekstrem menilai praktik ini sebagai bentuk kebebasan berekspresi, penolakan terhadap standar kecantikan arus utama, atau cara untuk memperkuat identitas personal. Sebagian juga melakukannya sebagai ritual spiritual atau tantangan mental.
Meski dianggap sebagai seni oleh sebagian orang, praktik ini menimbulkan risiko kesehatan serius, seperti infeksi, kerusakan saraf, pendarahan, hingga komplikasi jangka panjang. Selain itu, banyak pihak memandang modifikasi ekstrem sebagai bentuk merusak tubuh. Hal inilah yang membuatnya tetap menjadi praktik kontroversial.
Body modification ekstrem berada di antara seni, kebebasan personal, dan bahaya medis. Ia menjadi simbol betapa luasnya cara manusia mengekspresikan diri, meski harus menghadapi risiko kesehatan dan penilaian sosial yang keras.
“Simak Juga: Jangan Abaikan! Kenali Tanda Stres Lewat Perubahan Warna Urine”
This website uses cookies.